Perjalanan Blogging 2015-2025: Teknologi, Komunitas, dan ASUS di Dalamnya

Reza Noprial Lubis

Perjalanan ngeblog selama satu dekade terakhir penuh dengan perubahan. Teknologi terus berkembang, komunitas blogger semakin solid, dan peran perangkat seperti laptop menjadi semakin krusial.

Dari tren menulis di blog pribadi hingga dominasi media sosial, banyak hal yang berubah. Tapi satu hal yang tetap sama: ngeblog tetap menjadi ruang berbagi cerita, insight, dan pengalaman berharga.

Bagaimana dunia blogging berkembang dari 2015 ke 2025? Dan bagaimana ASUS mendukung komunitas blogger selama ini?

Temukan jawabannya di perjalanan ngeblogku selama 10 tahun terakhir.

Klik salah satu bagian di bawah ini untuk melompat ke topik yang kamu cari:

1. Perjalanan Ngeblogku: Dari 2011 ke 2025

Saya mulai ngeblog sejak 2011. Awalnya, blog hanya sekadar tempat menulis pengalaman dan berbagi cerita. Tidak ada strategi, tidak ada optimasi. Hanya tulisan apa adanya.

Seiring waktu, gaya menulis Saya berubah. Dari sekadar curhat, Saya mulai menulis artikel yang lebih informatif dan bermanfaat. Tahun 2015 menjadi titik penting karena Saya mulai fokus pada dunia penelitian dan akademik.

Tantangan? Banyak. Konsistensi menulis, perubahan algoritma mesin pencari, hingga memilih platform terbaik. Tapi yang paling sulit adalah menjaga semangat menulis di tengah kesibukan.

Belum lagi persoalan pembaca, yang mana keterlibatan mereka menurun dengan halaman bacaan yang lebih dari 7 menit (Medium)

Keterlibatan Pembaca Blog dengan Artikel Lebih dari 7 Menit

Tapi satu hal yang pasti: ngeblog tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Saya.

2. Evolusi Dunia Blogging dalam 10 Tahun

Dunia blogging di 2015 jauh berbeda dibandingkan sekarang. Saat itu, banyak blogger masih mengandalkan blog pribadi sebagai pusat aktivitas digital mereka. Media sosial hanya sebagai pelengkap, bukan yang utama.

Kemudian datang era microblogging dan media sosial. Instagram, Twitter, dan LinkedIn mulai menjadi tempat berbagi insight, bahkan menggantikan fungsi blog untuk sebagian orang. Tapi, blog tetap bertahan sebagai tempat untuk konten yang lebih mendalam dan evergreen.

Dari sisi teknis, platform blogging juga berkembang. WordPress semakin dominan, Blogger masih bertahan, dan munculnya CMS baru seperti Ghost dan Medium memberi pilihan lebih banyak bagi penulis.

Bahkan di 2024 silam, WordPress mendominasi 43% di internet (W3Techs). dan 72 juta lebih postingan baru diterbitkan setiap bulan (WordPress).

Peringkat CMS 2025

Sedangkan Blogger, 31 juta user aktif memposting (Statista).

Statistik Pengguna Blogger

SEO juga berubah. Jika dulu cukup dengan menulis rutin, sekarang butuh strategi: riset keyword, optimasi on-page, dan kecepatan situs menjadi faktor utama.

Tapi satu hal yang tetap sama: konten berkualitas tetap menang.

FAKTA: Dulu, banyak yang berpikir bahwa satu-satunya cara menghasilkan uang dari blog adalah lewat Google AdSense.

Tapi sekarang, opsi monetisasi semakin luas!

Dari sponsored post (bahkan banyak pihak ketiga yang menyediakan layanan), afiliasi, hingga menjual produk digital seperti e-book dan kursus online.

Banyak platform seperti Medium, Substack, dan Ko-fi juga membuka jalan bagi blogger untuk mendapatkan penghasilan tanpa bergantung pada iklan.

Blogging bukan sekadar hobi, tapi bisa menjadi aset digital yang menghasilkan!

3. Peran Laptop dalam Perjalanan Ngeblog

Menulis blog bukan sekadar mengetik kata demi kata. Ada riset, editing, desain, hingga optimasi yang semuanya butuh perangkat yang mumpuni. Dan di sinilah laptop jadi senjata utama.

Saya pernah menulis artikel dengan laptop yang lemot. Rasanya? Frustrasi. Mau buka tab riset tambahan? Lagging. Mau edit gambar? Crash. Bahkan sekadar mengetik pun terasa lambat.

Tapi ketika menggunakan laptop yang cepat dan responsif, produktivitas naik drastis. Ide mengalir tanpa gangguan. Menulis terasa menyenangkan. Editing jadi lebih mudah.

Seiring waktu, Saya sadar bahwa spesifikasi laptop yang tepat bisa menentukan kualitas tulisan. Layarnya harus nyaman untuk membaca berjam-jam. Keyboardnya enak untuk mengetik panjang. Dan performanya harus cukup untuk multitasking tanpa hambatan.

Karena itu, banyak blogger-termasuk Saya-beralih ke laptop ASUS. Mereka dikenal dengan performa kuat, desain yang nyaman, dan fitur yang mendukung kreativitas.

Apakah Saya sudah pernah pakai ASUS? Jelas. Tapi Saya tahu betul bagaimana ASUS terus menghadirkan inovasi yang bikin blogging lebih lancar. Dan kalau nanti ganti laptop, Saya tahu merek mana yang bakal dipilih.

4. ASUS dan Dukungan untuk Komunitas Blogger

Blogging itu perjalanan panjang. Ada saatnya semangat membara, ada juga momen ketika rasanya ingin berhenti. Tapi satu hal yang selalu membuat bertahan adalah komunitas blogger.

Sejak dulu, komunitas bukan sekadar tempat berbagi traffic atau saling komentar. Komunitas adalah rumah. Tempat bertukar insight, mencari motivasi, dan bahkan menemukan peluang baru.

Dan ASUS? Mereka melihat potensi besar di dunia blogging. Sejak 2015, ASUS aktif mendukung komunitas blogger di Indonesia. Bukan sekadar sponsor, tapi benar-benar hadir dengan event, workshop, dan kesempatan kolaborasi.

Dari launching produk hingga kompetisi blog, ASUS selalu membuka ruang bagi para blogger untuk berkembang. Mereka sadar, blogger bukan sekadar penulis biasa. Blogger adalah storyteller, reviewer, dan bahkan penggerak opini.

Lebih dari itu, ASUS juga menghadirkan laptop-laptop yang mendukung produktivitas blogger. Vivobook, Zenbook, hingga ROG-semuanya dirancang untuk berbagai kebutuhan, dari menulis hingga editing multimedia.

Dukungan ini bukan sekadar soal produk, tapi bagaimana ASUS ikut membangun ekosistem kreatif bagi blogger. Dan itulah yang membuat mereka lebih dari sekadar brand teknologi.

ASUS Vivobook 14 OLED

Selain itu, ASUS juga menghadirkan berbagai lini laptop yang dirancang untuk mendukung produktivitas blogger. Salah satu yang menarik adalah ASUS Vivobook 14 OLED, yang menawarkan layar berkualitas tinggi, nyaman untuk menulis dalam waktu lama, dan performa yang bisa diandalkan untuk multitasking.

Bagi blogger yang sering bekerja secara mobile, laptop seperti ASUS Zenbook dengan desain ringan dan baterai tahan lama menjadi pilihan ideal.

ASUS Zenbook

Dengan spesifikasi yang mendukung kreativitas dan efisiensi, perangkat seperti ini memudahkan blogger untuk tetap produktif kapan saja dan di mana saja.

5. Insight dari Perjalanan Ngeblog Selama 10 Tahun

Satu dekade ngeblog bukan waktu yang sebentar. Banyak hal yang Saya pelajari, dan ada beberapa insight yang mungkin bisa bermanfaat bagi siapa saja yang ingin serius di dunia blogging.

  1. Konsistensi Mengalahkan Segalanya
    Banyak blogger berhenti di tengah jalan, bukan karena mereka tidak berbakat, tapi karena mereka tidak konsisten. Saya sendiri pernah mengalami fase malas menulis, merasa stuck, bahkan hampir menyerah. Tapi satu hal yang disadar, blog yang tetap hidup adalah blog yang terus diperbarui.
  2. Jangan Takut Berevolusi
    Dulu Saya hanya menulis untuk diri sendiri. Sekadar berbagi cerita. Tapi seiring waktu, Saya mulai memahami bahwa blog bisa lebih dari itu. Blog bisa menjadi tempat berbagi ilmu, membangun personal branding, bahkan menjadi sumber penghasilan. Jangan takut berubah, karena dunia blogging pun terus bergerak.
  3. Alat yang Tepat Bisa Membuat Perbedaan Besar
    Menulis bisa dilakukan di mana saja, tapi pengalaman blogging jauh lebih nyaman dengan perangkat yang mendukung. Laptop yang lemot bisa membunuh kreativitas. Sebaliknya, perangkat yang cepat dan responsif bisa membuat proses menulis terasa effortless.
    Di sinilah Saya sadar, memilih laptop itu bukan soal harga atau merek semata, tapi soal bagaimana perangkat itu bisa mendukung produktivitas kita. ASUS menjadi salah satu brand yang memahami kebutuhan para kreator konten, termasuk blogger, dengan menghadirkan laptop yang powerful dan efisien.
  4. Komunitas Adalah Kunci Bertahan
    Tanpa komunitas, mungkin Saya sudah berhenti ngeblog sejak lama. Bergabung dengan komunitas blogger bukan hanya membuka wawasan, tapi juga memberi motivasi untuk terus berkarya. Dukungan dari brand seperti ASUS juga memperkuat ekosistem ini, membuat blogger semakin punya ruang untuk berkembang.
  5. Blogging Masih Relevan-Asal Bisa Beradaptasi
    Banyak yang bilang blog sudah mati. Saya tidak setuju. Blog tetap relevan, asalkan kita bisa beradaptasi dengan perubahan. SEO, media sosial, tren konten-semua itu harus dipelajari agar blog tetap bertahan di tengah persaingan digital yang semakin ketat.

Setelah 10 tahun lebih ngeblog, Saya sadar bahwa ini bukan sekadar hobi. Ini adalah bagian dari perjalanan Saya. Dan Saya tidak akan berhenti di sini.

Penutup

Perjalanan ngeblog dari 2011 hingga 2025 adalah sebuah cerita panjang. Dari sekadar menulis tanpa arah, hingga akhirnya menemukan fokus, komunitas, dan tujuan yang lebih jelas.

Saya belajar bahwa ngeblog bukan hanya soal menulis. Ini tentang berbagi ilmu, membangun koneksi, dan terus berkembang. Ada tantangan, ada hambatan, tapi selama masih ada semangat untuk berbagi, blog ini akan terus hidup.

Teknologi terus berubah. Dulu, ngeblog cukup dengan perangkat seadanya. Sekarang, perangkat yang mumpuni seperti laptop ASUS bisa membuat segalanya lebih mudah dan lebih produktif.

Dukungan dari komunitas dan brand seperti ASUS juga membuktikan bahwa blogging masih relevan. Dan bagi siapa pun yang baru memulai, satu pesan dari Saya: mulailah menulis, jangan berhenti, dan teruslah beradaptasi.

Ngeblog bukan sekadar tren. Ini adalah perjalanan panjang yang penuh peluang. Dan Saya siap melangkah lebih jauh lagi.

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog "2015 ke 2025 Perjalanan Ngeblogku" yang diadakan oleh Gandjel Rel.

Komentar